Bisnis

Perbedaan Dampak Krisis Bisnis 1998, 2008 & 2020

Indonesia pernah mengalami dua kali krisis bisnis ekonomi yang dipengaruhi kondisi perlambatan global pada 1998 dan 2008. Di tahun 2020, Pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia hingga sampai saat ini merupakan salah satu outbreak virus yang jangka waktunya terbilang panjang, meski tak sepanjang outbreak avian influenza (flu burung) pada 2004. Virus yang sudah berlangsung selama hampir setahun lebih ini memiliki dampak global dengan jumlah kasus jutaan di seluruh dunia.

Aspek perbedaan di antaranya penyebab krisis, fundamental ekonomi, dan strategi pemulihan serta aspek politik yang menyangkut kepercayaan pasar dan masyarakat. Ketiga krisis ekonomi terjadi pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dan BJ Habibie (1997-1998), Susilo Bambang Yudhoyono (2008), dan Joko Widodo (2020).

 

Faktor Penyebab Dampak Krisis Bisnis

Beberapa faktor sektor yang mengalami penurunan yang signifikan dalam bisnis, di antaranya sektor perdagangan, serta transportasi dan pergudangan, yang didalamnya mencakup UMKM. Berikut beberapa faktor utama penyebab krisis 1998, 2008, dan 2020.

 

1. Krisis Tahun 1998

Faktor utama penyebab krisis 1998 adalah krisis keuangan regional Asia akibat utang masif swasta yang jatuh tempo. Terjadi rush money akibat ketidakpercayaan pasar dan dunia usaha. Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kondisi memprihatinkan. Pertumbuhan PDB minus 13,7% yoy (PDB berkisar Rp955,63 triliun), rasio utang negara 57,7% terhadap PDB. Krisis moneter malah berujung krisis politik dan kepercayaan. Kepercayaan masyarakat, terutama mahasiswa, terhadap Soeharto berada pada titik nadir.

 

2. Krisis Tahun 2008

Faktor penyebab resesi global 2008 terletak pada kredit macet perumahan AS (subprime mortage crisis) dan meroketnya harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak per barel mencapai titik rekor tertinggi pada Juli 2008 (US$147,50 di London dan US$147,27 di New York). Kenaikan drastis harga
minyak mentah dunia berimplikasi serius terhadap beban APBN menanggung subsidi energi.

 

3. Krisis Tahun 2020

Yang baru-baru ini yaitu krisis ekonomi 2020 disebabkan pandemi Covid-19. Dampak krisis bersifat multidimensional mencakup krisis kesehatan (banyaknya korban berjatuhan), krisis ekonomi (perlambatan bisnis dan investasi) sampai krisis politik (perbedaan tajam dan rivalitas di antara negaranegara dunia).

 

Agar bisnis atau perusahaan anda terhindar dari krisis. Berikut contoh sektor bisnis apa saja yang dari ketiga tahun itu diatas aman tetap berjalan sampai sekarang ini.

 

1. Bisnis Kuliner atau Food and Beverage 

Pelaku bisnis kuliner atau food and beverage bisa dibilang masuk kategori aman saat pandemi ini terjadi. Bisnis kuliner dianggap mampu bertahan di tengah krisis seperti sekarang ini karena kondisi di mana masyarakat selalu butuh pasokan makanan setiap harinya. Apalagi sekarang dengan adanya kurir atau ojek online, yang membuat makanan makin mudah untuk dikirimkan.

 

2. Bisnis Bahan Pangan Pokok atau Sembako

Jual beli bahan pangan pokok di masa pandemi ini terbilang tetap bisa bertahan. Alasannya tentu saja karena bahan pangan pokok ini merupakan kebutuhan wajib atau primer yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Walaupun misalnya ada fluktuasi harga bahan pangan pokok ini, namun tak akan sampai membuat sektor bisnis ini gulung tikar seperti sektor bisnis lainnya.

 

3. Bisnis Jasa atau Produk Kesehatan

Ini nih, sektor bisnis tahan krisis yang begitu laku keras saat pandemi seperti sekarang ini, bisnis jasa dan produk kesehatan. Produk kesehatan seperti masker, hand sanitizer, serta beragam vitamin laris manis di pasaran, karena produk tersebut dipercaya masyarakat bisa melindungi diri mereka dari paparan virus.

 

4. Bisnis Pendidikan dan Pelatihan Online 

Terakhir, ada bisnis yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan online. Tatap muka langsung tentu tak dimungkinkan dengan kondisi pandemi seperti sekarang ini. Makanya, kelas-kelas online pun makin lama semakin banyak bermunculan. Kebutuhan akan ilmu dan skill yang baru membuat bisnis ini tetap bisa bertahan di tengah pandemi seperti ini.

 

Namun, akan lebih mudah lagi jika Anda menggunakan software akuntansi dari Accurate Online. Kenapa? Karena dengan menggunakan Accurate Online, Anda akan lebih mudah dalam membuat dan mengecek laporan keuangan bisnis Anda dimanapun dan kapanpun. Selain itu, data laporan juga akan tersimpan dengan aman dan Anda bisa lebih mudah dalam menggunakannya. Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online gratis selama 30 hari melalui link ini.

Related posts

Peluang Usaha Dengan Modal Kecil Yang Menguntungkan di Tahun 2020

admin

Bisnis Peternakan Dengan Modal Sedikit Dan Mudah Dijalani

admin

Kesalahan Memilih Akuntansi Online Perusahaan

admin

Leave a Comment