Bisnis

Kenali 7 Model Bisnis yang Perlu Diketahui Startup!

Sebelum memulai bisnis, Anda tentunya butuh strategi. Banyak strategi yang harus dilakukan misalnya analisis SWOT, membuat business plan hingga mengenali model bisnis untuk menentukan strategi harga. Bagi para startup (istilah bagi perintis usaha), mengenali model bisnis bukanlah hal yang boleh dilewatkan.

Model bisnis sendiri adalah struktur atau konsep bagaimana sebuah produk dilihat oleh konsumen. Dengan model bisnis, konsumen dapat mengetahui bagaimana produk Anda dapat diproduksi hingga ke tangan mereka sehingga dapat membentuk persepsi nilai konsumen.

Saat ini banyak sekali model bisnis yang dapat Anda terapkan. Menetapkan model bisnis sama saja dengan bagaimana Anda menetapkan nilai dan harga produk Anda kepada konsumen.

Model bisnis didasari tiga hal: createsell, dan consumer perceive

Salah satu contoh model bisnis yang sederhana adalah ketika Anda mengunduh sebuah game gratis dan di dalamnya ada in-app purchase. Nah, hal ini termasuk contoh model bisnis dan banyak digunakan oleh produk-produk digital seperti games. Lalu apa lagi contoh model bisnis lainnya? Berikut 7 Model Bisnis yang Perlu Anda ketahui.

1. Subscription (Langganan)

Model bisnis yang pertama adalah berlangganan. Bisnis model ini biasanya ditujukan bagi konsumen yang memilih untuk mengeluarkan uangnya lebih banyak pada satu produk tertentu. Model berlangganan juga biasanya berdasarkan waktu misalnya satu hari, satu minggu, satu bulan atau satu tahun dan juga dibagi dengan paket kelas ekonomi misalnya paket basic, premium, atau professional. Contoh model bisnis langganan adalah: platform hiburan digital.

2. Freemium

Model bisnis ini dahulu lebih dikenal dengan razor-razorblade model karena pencetusnya adalah perusahaan pencukur bulu dengan menjual gagang pencukur bulu dan pisau cukurnya secara terpisah. Dimana gagang pencukurnya diberikan secara gratis sedangkan pisau cukurnya ditebus dengan harga tertentu.

Model freemium adalah dimana Anda pada awalnya dapat mendapatkan produk tersebut secara gratis namun dengan keterbatasan fitur. Anda dapat mengakses fitur  secara penuh dengan membeli produk tersebut. Model bisnis ini sering dijumpai pada produk digital misalnya saja pada game. Anda dapat mengunduh game A gratis namun dengan akses terbatas.

3. Crowdsourcing

Model bisnis crowdsourcing mengandalkan konsumennya untuk berpartisipasi dalam membuat dan mendesain produk. Bisnis crowdsourcing juga bisa dikatakan kombinasi dari beberapa user yang kemudian memberikan satu solusi lengkap dalam satu produk. Contoh model crowdsourcing adalah: Shutterstock, Wikipedia, dan aplikasi kursus online.

4. IT Service

Model bisnis ini biasa juga dilakukan oleh startup dan berfokus pada pengembangan software dan aplikasi. Model ini terbagi menjadi tiga yaitu SaaS, PaaS, dan IaaS. pertama adalah software as a service (SaaS), dimana perusahaan pengembang secara penuh mengelola produk yang ditawarkan. Contoh: Software dan aplikasi absensi.

Platform as a Service (PaaS), sedikit berbeda dengan SaaS dari segi penggunaannya. Dimana pembeli membeli secara penuh teknologi tersebut dan perusahaan yang menjual sebagai pengolah, penyedia dan penyimpan data.

Sedangkan Infrastructure as a Service (IaaS) adalah dimana perusahaan penyedia atau penjual hanya menyediakan server untuk penyimpanan data.

5. Peer-to-Peer

Model bisnis berbasis internet dan terdesentralisasi dimana penjual dan pembeli dapat berinteraksi langsung tanpa ada pihak ketiga. Model bisnis ini sering ditemukan oleh pebisnis individu atau penjual barang bekas di sosial media.

6. Online Marketplace

Model bisnis internet yang sangat populer saat ini. Dimana satu pihak tertentu menyediakan lapak online berskala besar dan diisi oleh beragam dan banyak penjual. Contoh online marketplace adalah alibaba untuk barang, dan dribble untuk produk digital atau logo.

7. Affiliate marketing

Affiliate marketing adalah istilah modern dan canggih dari makelar. Model bisnis ini sudah ada sejak lama dan masih populer hingga sekarang. Contoh dari model ini adalah ketika Anda memiliki usaha wedding organizer dan kepada konsumen, Anda menawarkan paket catering dan juga tata rias yang dikelola pebisnis lain lewat bisnis wedding organizer yang sedang Anda jalankan.

Anda juga perlu ingat kembali bahwa mengidentifikasi dan mengaplikasikan model bisnis tertentu juga merupakan cara yang baik untuk mendapatkan konsumen yang tepat sesuai produk Anda.  Pastikan juga Anda menggunakan software akuntansi sebagai sarana kemudahan Anda dalam mengular bisnis dan tentunya membantu Anda dalam mengatur dan membuat laporan keuangan.

Jika Anda kesulitan untuk melakukan pembukuan manual, Anda bisa menggunakan Accurate Online. Accurate Online adalah software akuntansi yang cocok untuk berbagai jenis bisnis, mulai usaha dagang sampai jasa, UKM sampai pabrik manufaktur. Memiliki fitur terlengkap dengan harga terjangkau menjadikan Accurate Online sebagai software akuntansi kepercayaan 300 ribu pengguna dan pemilik usaha di Indonesia. Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online gratis selama 30 hari melalui link ini.

Related posts

Pengen Bisnis Kos-Kosan Tanpa Modal? Ini 3 Caranya

admin

Inilah Strategi Content Marketing UKM Selama Social Distancing Berlangsung

admin

Strategi Peluang Bisnis Hadapi Kemungkinan Lockdown 2.0

admin

Leave a Comment