Keuangan

Apa Itu Restrukturisasi Kredit? Ini Pengertiannya

Ruang lingkup ekonomi dan bisnis meliputi restrukturisasi kredit. Hal tersebut merupakan salah satu cara agar pelaku kredit atau debitur  mendapatkan fasilitas kredit. Dengan demikian, kredit tidak menjadi terlalu memberatkan bagi para pelakunya.

Salah satu ciri tumbuhnya perkembangan perekonomian adalah kemudahan untuk mendapatkan kredit bagi para pengusaha. Namun terkadang, sesekali terjadi kredit macet pada transaksinya. Oleh sebab itu, diambil jalur tengah berupa kebijakan agar transaksi kredit tersebut berjalan lancar. 

Proses restrukturisasi dalam kredit itu sendiri melakukan tinjauan ulang kepada para pelaku kredit atau debitur  oleh pemberi kredit atau kreditur agar dapat menuntaskan transaksi kreditnya dengan lebih lancar dan tentunya lebih memberikan kemudahan untuk menuntaskan setiap transaksi kreditnya. 

 

Pengertian Restrukturisasi Kredit 

Restrukturisasi kredit adalah kebijakan yang dilakukan oleh perbankan atau lembaga keuangan non bank untuk memberikan kemudahan pembayaran kredit pada debitur, guna menghindari kredit macet, yang dapat merugikan debitur dan kreditur. 

Pada saat melakukan akad kredit, pihak debitur diharuskan menandatangani perjanjian kesepakatan pembayaran kredit yang meliputi tenor, jumlah angsuran, besarnya suku bunga, dengan agunan yang akan diserahkan kepada pihak kreditur apabila lalai mentaati perjanjian itu. 

Namun ada kalanya usaha debitur tidak berjalan mulus, untuk mendapatkan penghasilan tetap. Sehingga membuat debitur merasa keberatan untuk mengangsurnya. Sementara di sisi lain, barang agunan yang dijadikan jaminan merasa disayangkan untuk diberikan kepada kreditur, karena berbagai macam faktor. 

Berdasarkan hal tersebut, lahirnya kebijakan berupa restrukturisasi pada kredit dari pihak kreditur. Kebijakan tersebut tentunya lahir atas dasar berbagai pertimbangan. Dengan demikian, pihak perbankan akan meninjau ulang kelayakan usaha dari debitur, serta kapasitas usahanya selama menjadi debitur. 

 

Manfaat Restrukturisasi Kredit 

Restrukturisasi kredit itu sendiri sangat bermanfaat untuk pihak debitur dan krediturnya. Dari sisi kreditur, tentunya akan terhindar dari risiko kredit macet yang berpengaruh pada piutang dan laba perusahaan. Adapun manfaat lainnya, khusus untuk debitur sendiri, yaitu:

 

1. Debitur Dapat Membayar Angsurannya Tepat Waktu 

Proses restrukturisasi kredit itu sendiri berupa peninjauan ulang kapasitas usaha serta kemampuan debitur untuk membayar angsurannya selama masa tenor. Pihak kreditur akan menilai kelayakan usahanya, jika dirasa angsuran yang sebelumnya lebih besar, maka akan diperkecil sesuai dengan kelayakan usahanya. 

Cara ini dimaksudkan agar debitur atau nasabah dapat membayar angsuran tepat pada waktunya. Dengan demikian, tidak lagi terjadi risiko kredit macet di antara kedua belah pihak, yang tentunya akan sangat merugikan. 

 

2. Tidak Memberatkan Debitur 

Debitur yang mengalami penurunan usaha, harus diberikan alternatif pilihan guna dapat melunasi kreditnya. Oleh sebab itu, pihak kreditur atau perbankan itu sendiri harus memberikan pelayanan terbaik dengan cara meringankan kewajiban debitur melalui proses tersebut. 

Langkah ini harus didapatkan oleh debitur sebagai bentuk pelayanan dari kreditur atau perbankan agar kredit tersebut tidak Memberatkan debitur yang mengalami penurunan usaha. Dengan demikian, debitur akan merasakan manfaatnya. 

 

3. Dapat Mengamankan Barang Agunan 

Barang agunan seringkali dijadikan agunan oleh nasabah atau debitur yang melakukan kredit. Namun ada kalanya, barang agunan merupakan barang yang digunakan untuk usaha. Sehingga apabila barang agunan tersebut diambil oleh pihak perbankan maka kemungkinan besar usaha akan mengalami kebangkrutan. 

Maka dari itu, langkah tersebut diambil untuk menyelamatkan barang agunan. Dengan demikian, debitur masih bisa menjalankan usahanya, dan membayar angsurannya. Walaupun dengan nilai yang lebih kecil, namun setidaknya tidak kehilangan penghasilan utamanya. 

 

4. Fasilitas Pelayanan Dari Kreditur 

Debitur yang mengalami kemunduran usaha, berhak untuk mengajukan keringanan kredit. Oleh sebab itu, cara ini merupakan salah satu fasilitas layanan yang baik dari kreditur. Sebagai bentuk kebijakan yang diberikan. 

Kelayakan usaha debitur tentunya telah ditinjau sebelumnya oleh pihak kreditur. Namun kemunduran usaha yang terjadi, seringkali tidak bisa diprediksi sebelumnya. Oleh sebab itu, memanfaatkan fasilitas tersebut merupakan salah satu keringanan yang diberikan oleh kreditur. 

 

5. Angsuran Menjadi Lebih Ringan 

Akad kredit yang telah dibuat sebelumnya, tentunya mengacu pada kelayakan usaha pada saat itu. Dalam akad tersebut akan tertuang besaran angsuran, suku bunga, dan tenor yang menjadi kewajiban debitur. Proses tersebut tentunya telah dilakukan survey kepada debitur sebelumnya. 

 

Accurate Online adalah software akuntansi yang cocok untuk berbagai jenis bisnis, mulai usaha dagang sampai jasa, UKM sampai pabrik manufaktur. Memiliki fitur terlengkap dengan harga terjangkau menjadikan Accurate Online sebagai software akuntansi kepercayaan 300 ribu pengguna dan pemilik usaha di Indonesia. Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online gratis selama 30 hari melalui link ini.

 

Related posts

Cloud Computing dan Perannya Dorong Pertumbuhan Bisnis Anda

admin

Kerja #DirumahAja, Pilih Promo Work form Home Super Sale Accurate Online Untuk Memantau Bisnis Anda

admin

Mengenal Jenis Bukti Transaksi Dalam Akuntansi

admin

Leave a Comment